Cara Hemat BERKEBUN di Rumah: Bikin Pupuk Alami Sendiri | Kang Awi Kangean Episode 025
Kang Awi membagikan cara membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari air cucian beras dan sisa sayuran dapur — hemat, sederhana, dan menyehatkan tanaman.
Menanam makanan sendiri di rumah bukan hanya soal menghemat pengeluaran dapur, tapi juga menemukan ketenangan hati dan belajar mencukupkan diri lewat alam. Agar berkebun skala pekarangan terasa lebih menguntungkan, Kang Awi menekankan pentingnya meminimalkan modal operasional — salah satunya dengan tidak bergantung pada pupuk kimia pabrikan yang mahal.
Di episode ini ia membagikan panduan membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah domestik harian: air cucian beras pertama (leri) dan sisa sayuran dapur. Dengan galon bekas, EM4, dan molase atau air gula, fermentasi dilakukan tanpa perlu repot membuka tutup berkat instalasi sirkulasi udara sederhana — siap diaplikasikan dengan dosis 1:10 untuk pertumbuhan akar, batang, dan daun.
Tonton Kang Awi Kangean Episode 025 untuk mulai berswasembada dari halaman sendiri secara sehat, murah, dan bahagia. <https://www.youtube.com/watch?v=cWTWx09TjN4>
Tonton video sumber
Kalau ingin menonton video lengkapnya, kamu bisa lanjut ke kanal Gani The Yong lewat link di bawah ini.
Buka video di YouTube: Cara Hemat BERKEBUN di Rumah: Bikin Pupuk Alami Sendiri | Kang Awi Kangean Episode 025Lanjut membaca
Artikel/Tips lain di sekitar topik ini
SLovi menampilkan artikel inti dari tim editorial dan tulisan kontributor di kategori yang sama, supaya pembaca bisa masuk dari teori maupun pengalaman nyata.
Channel YT Gani The Yong • Editorial
Pentingnya TIDUR SIANG di Tengah Kota yang Sibuk | Cerita Bukrie Episode 034
Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang menuntut produktivitas tanpa henti, tidur siang sering dianggap sebagai bentuk kemalasan. Padahal memberi tubuh jeda singkat 15–30 menit adalah bentuk kesadaran untuk merawat ritme dan kesehatan mental kita.
Channel YT Gani The Yong • Editorial
Gak Kerja Kantoran, Pilih Jualan Tanaman — Malah Lebih Bahagia
Lulus harus kantoran? Farhan dan Dian membuktikan sebaliknya — pasangan muda ini memilih mengelola bisnis taman dan nursery warisan tiga generasi, dan justru menemukan kebahagiaan serta kebebasan waktu yang tidak pernah mereka dapatkan di bangku kantoran.
