Falsafah HIDUP TENANG: Sluman Slumun Slamet | Cerita Bukrie Episode 030
Tiga kata Jawa kuno — Sluman, Slumun, Slamet — menyimpan resep ketenangan batin yang justru makin relevan di tengah dunia yang serba bising dan penuh tuntutan.
Di episode CerBuk 030, Bukrie mengajak kita merenungkan falsafah Jawa "Sluman, Slumun, Slamet" — tiga kata yang terdengar seperti mantra, padahal menyimpan kearifan tentang cara hidup tenang di dunia yang serba bising. Sluman mengajarkan hidup tanpa perlu selalu menonjolkan diri atau memamerkan pencapaian. Slumun adalah seni melangkah dengan tenang, bijak, dan tidak mudah terpancing emosi. Slamet memaknai arti "selamat" sebagai keberkahan hidup yang sejati: kedamaian batin, kesehatan, dan rasa cukup.
Falsafah kuno ini ternyata beririsan erat dengan konsep Slow Living dan Mindfulness modern. Bukrie mengupas bagaimana angka-angka yang terlihat — gaji, jabatan, pencapaian — sering kali bukan ukuran kualitas hidup yang sesungguhnya. Hal-hal yang tidak terlihat, seperti ketenangan pikiran dan hubungan yang hangat, justru lebih menentukan. Yang paling sering disalahpahami adalah kata Slamet: banyak orang mengira hidup selamat berarti bebas masalah, padahal maknanya lebih dalam — tetap utuh dan damai di tengah badai.
Episode ini adalah undangan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan memeriksa apakah kita sedang berlari mengejar hal yang salah. Tonton video selengkapnya untuk memahami tiga kata yang bisa mengubah cara pandang terhadap hidup. <https://www.youtube.com/watch?v=h0myUaoffnU>
Tonton video sumber
Kalau ingin menonton video lengkapnya, kamu bisa lanjut ke kanal Gani The Yong lewat link di bawah ini.
Buka video di YouTube: Falsafah HIDUP TENANG: Sluman Slumun Slamet | Cerita Bukrie Episode 030Lanjut membaca
Artikel/Tips lain di sekitar topik ini
SLovi menampilkan artikel inti dari tim editorial dan tulisan kontributor di kategori yang sama, supaya pembaca bisa masuk dari teori maupun pengalaman nyata.
Channel YT Gani The Yong • Editorial
Pentingnya TIDUR SIANG di Tengah Kota yang Sibuk | Cerita Bukrie Episode 034
Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang menuntut produktivitas tanpa henti, tidur siang sering dianggap sebagai bentuk kemalasan. Padahal memberi tubuh jeda singkat 15–30 menit adalah bentuk kesadaran untuk merawat ritme dan kesehatan mental kita.
Channel YT Gani The Yong • Editorial
Gak Kerja Kantoran, Pilih Jualan Tanaman — Malah Lebih Bahagia
Lulus harus kantoran? Farhan dan Dian membuktikan sebaliknya — pasangan muda ini memilih mengelola bisnis taman dan nursery warisan tiga generasi, dan justru menemukan kebahagiaan serta kebebasan waktu yang tidak pernah mereka dapatkan di bangku kantoran.
