Menikmati Momen "Menunggu & Merepotkan" Dalam SLOW LIVING
Dulu, bagi saya menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Membawa barang banyak saat traveling atau harus transit lama di bandara adalah "hal merepotkan" yang harus dihindari. Kita dia...
Dulu, bagi saya menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Membawa barang banyak saat traveling atau harus transit lama di bandara adalah "hal merepotkan" yang harus dihindari. Kita diajarkan bahwa segala sesuatu harus cepat, efisien, dan instan. Tapi, benarkah hidup serba cepat itu membuat kita bahagia?
Di video kali ini, saya berbagi cerita tentang perubahan mindset saya—dari orang yang membenci antrian menjadi orang yang menikmati proses menunggu. Saya bercerita pengalaman membawa sepeda lipat ke luar negeri, merakitnya berjam-jam, hingga memilih tidur di Changi Airport demi mengejar penerbangan pagi.
Ada juga cerita menarik tentang teman saya yang berusia 87 tahun, yang lebih memilih naik kapal Roro seharian daripada pesawat cepat, hanya demi sebuah interaksi manusia. Mengubah konotasi negatif "Menunggu" dan "Merepotkan".
Penerapan Stoikisme dalam menghadapi situasi di luar kendali. Kenapa hidup yang "efisien" kadang justru terasa mahal dan kosong.
Tonton video sumber
Kalau ingin menonton video lengkapnya, kamu bisa lanjut ke kanal Gani The Yong lewat link di bawah ini.
Buka video di YouTube: Menikmati Momen "Menunggu & Merepotkan" Dalam SLOW LIVINGLanjut membaca
Artikel/Tips lain di sekitar topik ini
SLovi menampilkan artikel inti dari tim editorial dan tulisan kontributor di kategori yang sama, supaya pembaca bisa masuk dari teori maupun pengalaman nyata.
Channel YT Gani The Yong • Editorial
Ketika Tenang Jadi Satu-Satunya Modal Tersisa | Cerita Bukrie Episode 023
Di tengah segala keterbatasan, ketenangan adalah modal paling berharga yang tidak bisa diambil siapa pun.
Channel YT Gani The Yong • Editorial
Open Mind Yang Mengantarkan Saya Slow Living dan Touring Sepeda
Belajar mendengarkan dan membuka pikiran adalah pintu masuk menuju slow living yang sejati.
