Tenang & Cuan : Bisnis JASA TITIP Sapi Kurban | Kang Awi Kangean Episode 018
Menemukan ketenangan tidak harus berhenti produktif. Kang Awi berbagi sistem bisnis jasa titip sapi kurban yang justru menopang gaya hidup slow living di Pulau Kangean.
Siapa bilang bisnis sapi harus bikin pusing? Kang Awi dari Pulau Kangean menunjukkan bahwa perputaran uang di dunia persapian justru bisa berjalan selaras dengan prinsip slow living. Dengan menyediakan lahan dan fasilitas sumur bor sebagai tempat penitipan hewan kurban, ia menciptakan titik temu antara penjual dan pembeli tanpa harus ikut campur dalam negosiasi yang menguras energi.
Konsepnya sederhana: uang sewa sukarela. Pemilik lahan menyediakan tempat, penjual dan pembeli bertemu langsung, dan semua pihak mendapat manfaat. Mulai dari peternak, blantik, hingga pedagang kopi keliling ikut merasakan berkah keramaian tradisional. Ini adalah contoh nyata ekonomi gotong-royong yang masih hidup di Kangean, menopang biaya pendidikan dan tabungan masa depan warga lokal.
Tonton episode lengkap Kang Awi Kangean 018 dan temukan inspirasi bisnis yang tenang sekaligus cuan. <https://www.youtube.com/watch?v=vrVQ_RLehMg>
Tonton video sumber
Kalau ingin menonton video lengkapnya, kamu bisa lanjut ke kanal Gani The Yong lewat link di bawah ini.
Buka video di YouTube: Tenang & Cuan : Bisnis JASA TITIP Sapi Kurban | Kang Awi Kangean Episode 018Lanjut membaca
Artikel/Tips lain di sekitar topik ini
SLovi menampilkan artikel inti dari tim editorial dan tulisan kontributor di kategori yang sama, supaya pembaca bisa masuk dari teori maupun pengalaman nyata.
Channel YT Gani The Yong • Editorial
Pentingnya TIDUR SIANG di Tengah Kota yang Sibuk | Cerita Bukrie Episode 034
Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang menuntut produktivitas tanpa henti, tidur siang sering dianggap sebagai bentuk kemalasan. Padahal memberi tubuh jeda singkat 15–30 menit adalah bentuk kesadaran untuk merawat ritme dan kesehatan mental kita.
Channel YT Gani The Yong • Editorial
Gak Kerja Kantoran, Pilih Jualan Tanaman — Malah Lebih Bahagia
Lulus harus kantoran? Farhan dan Dian membuktikan sebaliknya — pasangan muda ini memilih mengelola bisnis taman dan nursery warisan tiga generasi, dan justru menemukan kebahagiaan serta kebebasan waktu yang tidak pernah mereka dapatkan di bangku kantoran.
